Popular Post

Keuntungan dan Kekurangan Star Schema dam Snowflake Schema

By : ddyarmada
 Kelebihan dan kekurangan model dimensi star schema.
Kelebihan model dimensi star schema :
  1. cenderung mudah dipahami karena modelnya yang lebih sederhana,
  2. memudahkan mencari isi karena kesderhanaannya dengan cara melihat step by stepdari masing-masing dimensinya,
  3. proses query lebih cepat pada saat proses OLAP.
Kekurangan model dimensi star schema :
  1. ukuran data lebih besar karena ada data yang disimpan ulang,
  2. maintenance dan update lebih sulit.
Kelebihan dan kekurangan model dimensi snowflake schema.
Kelebihan model dimensi snowflake schema :
  1. ukuran data lebih kecil di dalam tempat penyimpanan,
  2. lebih mudah dilakukan maintenance dan update,
  3. proses query lebih cepat pada saat proses ETL.
Kekurangan model dimensi snowflake schema :
  1. cenderung lebih sulit dipahami karena kompleksitasnya,
  2. sulit mencari isi karena melihat strukturnya yang kompleks dan bercabang-cabang.

Snowflake Schema or Stars Schema

By : ddyarmada
Saya memilih tabel dari database penjualan barang/produk (knalpot) dari perusahaan CV. Heri Jaya Teknik. Dimana dalam database tersebut terdapat beberapa transaksi salah satunya penjualan produk (knalpot). Fact yang ditampilkan berupa ID_pelanggan, ID_produk, ID_jenis_produk, date.
gambar 1 PDM database 
gambar 2 Snowflake Schema

By : ddyarmada
Perusahaan sering menjaga data mereka di berbagai sistem informasi yang telah terus bekembang selama bertahun-tahun untuk melacak histori data perusahaan. Karena sistem tersebut mungkin telah diambil dari database yang berbeda atau spreadsheet, mungkin pada sistem operasi yang berbeda dan platform komputer, dan sering dikembangkan pada waktu yang berbeda oleh staf yang berbeda untuk berbagai tujuan, kualitas data mereka bervariasi secara signifikan. Sistem warisan juga sangat sulit, mahal, dan tidak efisien untuk mempertahankan. Yang paling penting, meskipun, adalah bahwa bagian kunci dari data dari seluruh sistem tidak dapat diintegrasikan ke dalam satu basis pengetahuan untuk membantu dalam membuat keputusan korporasi yang sehat.
                                                                         Gambar  1-1
Dalam Gambar 1-1, metadata dan data mentah dari sistem tradisional OLTP hadir, seperti tambahan jenis data, data ringkasan. Ringkasan yang sangat berharga dalam gudang data karena mereka pra - menghitung operasi lama di muka. Misalnya, permintaan data warehouse khas adalah untuk mengambil sesuatu seperti penjualan Agustus. Ringkasan di Oracle yang disebut pandangan terwujud.

Gambar 1-2
Pada Gambar 1-1 , Anda perlu membersihkan dan memproses data operasional sebelum memasukkannya ke dalam data warehouse . Anda dapat melakukan pemrograman ini, meskipun sebagian besar data warehouse menggunakan staging area sebaliknya . Sebuah area pementasan menyederhanakan ringkasan bangunan dan manajemen gudang umum . Gambar 1-2 menggambarkan arsitektur khas.

Gambar 1-3

Meskipun arsitektur pada Gambar 1-2 adalah sangat umum, Anda mungkin ingin menyesuaikan arsitektur data warehouse anda untuk kelompok yang berbeda dalam organisasi. Anda dapat melakukan ini dengan menambahkan data mart, yang merupakan sistem yang dirancang untuk lini bisnis tertentu. Gambar 1-3 mengilustrasikan contoh di mana pembelian, penjualan, dan persediaan dipisahkan. Dalam contoh ini, seorang analis keuangan mungkin ingin menganalisis data historis untuk pembelian dan penjualan.

Infrastruktur data warehouse
Infrastruktur data warehouse adalah software, hardware, pelatihan dan komponen-komponen lainnya yang memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan data warehouse(Poe).

Salah satu instrumen yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan data warehouse adalah pengidentifikasian arsitektur mana yang terbaik dan infrasruktur apa yang dibutuhkan. Arsitektur yang sama, mungkin memerlukan infrastruktur yang berbeda, tergantung pada lingkungan perusahaan ataupun organisasi.
Staging area itu tempat penampungan data sementara sebelum data dimasukkan ke dalam data warehouse, fungsinya buat clean, transform dan mengkombinasikan data yang diperlukan untuk data warehouse.
Karena Dalam menggunakan data warehouse ini, anda dapat mengkustomisasi arsitekturnya yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan organisasi dalam artian ini adalah organisasi yang terstruktur dan mempunyai badan hukum, serta bergerak dalam dunia bisnis. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan data mart. Data mart merupakan subset dari data resource, biasanya berorientasi untuk suatu tujuan yang spesifik atau subjek data yang di distribusikan untuk mendukung kebutuhan bisnis. Maka jelas alas an mengapa perusahaan distributor Philips memilih Arsitektur dataware house menggunakan staging area serta datamart, karena jelas bahwa akan sangat membantu menjalankan usaha bisnis dengan baik. Sebagai contoh data purchasing, sales, dan inventory dapat di pisahkan dalam masingmasing cube. Dalam contoh ini seorang analis keuangan dapat menganalisa histori data untuk purchases dan sales.

Sebelumnya kita mesti mengetahui Fungsi serta menjelaskan bagian-bagian yang ada pada
arsitektur dataware house ini :

1. Operational System
Berfungsi mejadi wadah ataupun lapisan pertama untuk menyediakan software yang mengambil ataupun memberikan Sumber data dari data warehouse serta dapat diambil langsung dari mainframe, basis data relasional seperti Oracle, Ms SQL server dan sebagainya. Selain itu dapat melalui Operational Data Source(ODS). ODS menampung data yang diekstrak dari sistem utama atau sumber-sumber data yang ada dan kemudian data hasil ekstrasi tersebut dibersihkan.
2. Flat File
Flat File Merupakan Kumpulan data yang diakses secara periodic. CSV (Comma Separated Value) pada Microsoft Excel, sebagai Contohnya, dan merupakan sebuah flat file. Flat file tidak melakukan hubungan (relationship) dengan tabel lainnya yang mengandalkan perintah khusus untuk digunakan. Oleh karena itu penggunaan flat file banyak digunakan pada aplikasi yang membutuhkan database tunggal dan sederhana.
3. Meta Data
metadata adalah informasi yang ditanam pada sebuah file yang isinya berupa penjelasan tetang file tersebut. misal pada perusahaan lampu Philips terdapat item barang jenis tertentu, untuk mengetahui jenis item lampu tertentu maka diperlukan gambar dari item lampu tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai spesifikasi item lampu tersebut , nah informasi inti kan adalah gambar tersebut. namun bagaimana dengan informasi yang
menjelaskan gambar tersebut (kapan produksi lampu ini dibuat, berapa harga modalnya, bagaimana bentuk lampunya, serta informasi lainnya)? informasi yang menjelaskan lampu inilah yang disebut metadata.
4. Summary Data
Summary Data merupakan Sekumpulan Ringkasan sejumlah data pada sebuah item barang, sehingga Data-data yang terkait tentang jenis/item barang itu akan teringkas melalui spefikasi tulisan maupun gambar ataupun hal-hal yang berkaitan dengan jenis/item barang tersebut untuk kemudian diproses untuk dismpan dalam data yang bernama Summary Data tersebut. Atau Lebih Disebut Data Operasioal dikumpulkan (diringkas) kemudian dimapping kedalam format untuk pengambilan keputusan
5. Raw Data
RAW Data adalah Data ‘murni’ hasil tangkapan dari sensor digital yang sama sekali belum
disentuh oleh kompresi atau pun interpolasi apapun! Jadi datanya pun ‘fresh from the oven‘,
belum ada data yang hilang karena kompresi, belum ada keputusan processing apapun yang
diambil. Apa yang dilihat/ditangkap oleh sensor digital, itulah yang ada di data RAWnya.

Arsitektur Data Warehouse Pada Bank Central Asia

By : ddyarmada
1)      Bagaimana Bukti Empiris bahwa BCA menggunakan Data Warehouse ?
Datawarehouse adalah solusi utama dari pendistribusian database yang ampuh untuk mensupplay data yang dibutuhkan oleh BCA, sehingga system tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu proses bisnis, seperti over load dan stack pada server karena kelebihan beban akses dari 814 Cabang dan 5 ribu lebih ATM aktiv yang tersebar di seluruh Indonesia. Walaupun tidak tertutup kemungkinan bahwa database juga bisa kacau karena kesalahan user dalam menginputkan data .
2)      Apa bukti dari keunggulan  serta manfaat BCA  dalam menggunakan Data Warehouse ?
Harus diakui, BCA unggul di bidang TI karena bank yang mayoritas sahamnya dikuasai Farallon Capital (Alaerka Investment dan Grup Djarum) ini lebih dulu mengembangkan program TI-nya. Itu berarti, reliability sistem yang dibangun sudah terbukti dan bisa diandalkan. Apalagi data warehousing atau data mining sudah bisa dimanfaatkan penuh.
3)      Apa bentuk arsitektur untuk menanggulangi masalah hilangnya database dalam perkembangannya dengan menggunakan data warehouse ?
Terkait dengan data center, BCA hingga kini masih mengembangkan sistem dua data center yang saling mem-back up. Tujuannya, jika ada masalah di salah satu data center, yang satu lagi akan mem-back up dan mengambil alih tugas. Berbeda dengan kebanyakan bank lain, BCA memisahkan antara data center dan disaster recovery center (DRC)-nya. Sistem DRC telah dimiliki BCA sejak 1989. Sejak 2002, sistem DRC ini ditempatkan di Singapura dan dipercayakan pada IBM untuk mengelolanya. Arsitektur data menyediakan kerangka dengan mengidentifikasikan dan memahami bagaimana data akan pindah melalui sistem dan digunakan dalam perusahaan. Arsitektur data untuk data warehouse mempunyai komponen utama yaitu read-only database.
4)      Apa saja karakteristik arsitektur Data Warehouse ?
      a)  Data diambil dari sistem asal (sistem informasi yang ada), database dan file.
b) Data dari sistem asal diintegrasikan dan ditransformasi sebelum disimpan ke dalam              Database Management System (DBMS) seperti Oracle,Ms SQL Server, Sybase dan                 masih banyak yang lainnya.
c) Data warehouse merupakan sebuah database terpisah bersifat hanya dapat dibaca yang     dibuat khusus untuk mendukung pengambilan keputusan
d) Pemakai mengakses data warehouse melalui aplikasi front end tool


            Data Warehouse adalah sebuah system yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan, BCA jelas memanfaatkan Data Warehouse ini, terbukti bahwa Henry Koenaifi, direktur PT Bank Central Asial Tbk. Yang bertanggung jawab atas pengelolaan Unit Bisnis Kredit Konsumer, Unit Bisnis Kartu Kredit, dan Personal/Individual Banking. Mengatakan bahwa BCA tetap bisa bertahan dari produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bungan yang fix dan cap (baca: suku bunga tetap selama 3 tahun dan 2 tahun dengan suku bunga maksimal) dengan cara memanfaatkan database.
dari data yang dimiliki perusahaannya, diketahui bahwa sebagian besar nasabah tabungan memiliki semacam stabilitas saldo. Artinya, baik situasi krisis maupun tidak, tak ada pengaruhnya buat mereka. Jumlah saldonya terus bertambah dan akumulasi setoran per bulan juga stabil sehingga produk ini amat dimungkinkan. Pada Desember 2008, penyaluran kredit konsumer BCA tumbuh signifikan sebesar 47,8% menjadi Rp21 triliun dibanding Desember 2007, yang didukung pertumbuhan di semua produk kredit konsumer. Prestasi ini terus berlanjut dengan tumbuhnya kredit konsumer menjadi Rp21,1 triliun pada akhir Maret 2009 dari Rp15,1 triliun pada periode yang sama 2008 
            Harus diakui, BCA unggul di bidang TI karena bank yang mayoritas sahamnya dikuasai Farallon Capital (Alaerka Investment dan Grup Djarum) ini lebih dulu mengembangkan program TI-nya. Itu berarti, reliability sistem yang dibangun sudah terbukti dan bisa diandalkan. Apalagi data warehousing atau data mining sudah bisa dimanfaatkan penuh
               Data-data seperti yang disebutkan oleh Bpk. Henry Koenaifi didapatkan dari database BCA selama tahun 2007 hingga 2008, yang dimana database tersebut (baca:system) dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan untuk menetapkan suku bunga KPR antara 3 tahun dan 2 tahun kedepan dengan suku bunga maksimal, seperti definitive dari pengertian Data Warehouse. Maka dari itu saya mengatakan dengan bukti empiris bahwa BCA memanfaatkan Data Warehouse.
Arsitektur Data Warehouse BCA

Arsitektur Data Warehouse Pada Bank Central Asia (BCA)

By : ddyarmada
Banyak Bank swasta yang eksis di bumi Indonesia ini, salah satunya adalah Bank Central Asia (BCA) yang secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Centra Asia NV Tbk . Direktur Utama BCA dari tahun 1999 hingga sekarang adalah masih Bpk. Djohan Emir Setijoso .
Pada krisis moneter sekitar tahun 1997 BCA mengalami krisis kepercayaan oleh masyarakat Indonesia, sehingga pada tahun itu banyak masyarakat Indonesia yang menarik uangnya dari BCA. Oleh karena krisis tersebut BCA meminta bantuan pemerintah Indonesia : Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) untuk menyuntikkan dana agar BCA tidak gulung tikar, akhirnya pada tahun 1998 BPPN mengambil alih BCA.
Dengan kebijakan tersebut BCA mampu bangkit dari krisis pada tahun yang sama  dengan mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya, sebelum krisis asset utama BCA mencapai Rp. 53.36 triliun sedangkan setelah krisis asset BCA semakin bertambah besar yakni Rp 67.93 triliun.
Hingga sekarang  BCA selalu memberikan pelayanan yang baik dan selalu memberikan inovasi-inovasi, seperti ATM dan Setor Tunai menggunakan Mesin. Dengan berbagai macam layanan produk dan jasa, BCA memproses lebih dari 3 juta transaksi perbankan setiap hari dan memiliki lebih dari 7 juta rekening nasabah yang dapat dilayani melalui ‘delivery channels’ yang luas, 814 cabang-cabang di seluruh Indonesia, 5.681 ATM, Mobile Banking serta Klik BCA. Didukung oleh 20.322 karyawan, visi BCA adalah menjadi bank pilihan dan menunjang pilar ekonomi Indonesia.
Dengan banyaknya fasilitas yang di miliki dan ditawarkan oleh BCA, sudah barang tentu manajemen nya harus baik dan rapih, khususnya adalah mengenai Database. Kita bisa memperkirakan berapa banyak data yang masuk tiap harinya, dan 1 milyar setiap tahunnya (3.000.000 x 360 = 1.095.000.000 penj.).
Dengan banyaknya data yang harus disimpan dan diload setiap harinya maka tidaklah mungkin BCA menggunakan system database konvensional (baca:tidak terdistribusi atau OLPT),untuk mengatasi masalah ini BCA harus menggunakan database yang terdistribusi untuk menunjang fasilitas yang ditawarkan dan dimiliki agar proses bisnis tetap berjalan dengan lancar.

Bukti Empiris Bahwa BCA menggunakan Data Warehouse
Datawarehouse adalah solusi utama dari pendistribusian database yang ampuh untuk mensupplay data yang dibutuhkan oleh BCA, sehingga system tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu proses bisnis, seperti over load dan stack pada server karena kelebihan beban akses dari 814 Cabang dan 5 ribu lebih ATM aktiv yang tersebar di seluruh Indonesia. Walaupun tidak tertutup kemungkinan bahwa database juga bisa kacau karena kesalahan user dalam menginputkan data .
Data Warehouse adalah sebuah system yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan, BCA jelas memanfaatkan Data Warehouse ini, terbukti bahwa Henry Koenaifi, direktur PT Bank Central Asial Tbk. Yang bertanggung jawab atas pengelolaan Unit Bisnis Kredit Konsumer, Unit Bisnis Kartu Kredit, dan Personal/Individual Banking. Mengatakan bahwa BCA tetap bisa bertahan dari produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bungan yang fix dan cap (baca: suku bunga tetap selama 3 tahun dan 2 tahun dengan suku bunga maksimal) dengan cara memanfaatkan database : dari data yang dimiliki perusahaannya, diketahui bahwa sebagian besar nasabah tabungan memiliki semacam stabilitas saldo. Artinya, baik situasi krisis maupun tidak, tak ada pengaruhnya buat mereka. Jumlah saldonya terus bertambah dan akumulasi setoran per bulan juga stabil sehingga produk ini amat dimungkinkan. Pada Desember 2008, penyaluran kredit konsumer BCA tumbuh signifikan sebesar 47,8% menjadi Rp21 triliun dibanding Desember 2007, yang didukung pertumbuhan di semua produk kredit konsumer. Prestasi ini terus berlanjut dengan tumbuhnya kredit konsumer menjadi Rp21,1 triliun pada akhir Maret 2009 dari Rp15,1 triliun pada periode yang sama 2008.
Harus diakui, BCA unggul di bidang TI karena bank yang mayoritas sahamnya dikuasai Farallon Capital (Alaerka Investment dan Grup Djarum) ini lebih dulu mengembangkan program TI-nya. Itu berarti, reliability sistem yang dibangun sudah terbukti dan bisa diandalkan. Apalagi data warehousing atau data mining sudah bisa dimanfaatkan penuh.
Data-data seperti yang disebutkan oleh Bpk. Henry Koenaifi didapatkan dari database BCA selama tahun 2007 hingga 2008, yang dimana database tersebut. Dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan untuk menetapkan suku bunga KPR antara 3 tahun dan 2 tahun kedepan dengan suku bunga maksimal, seperti definitive dari pengertian Data Warehouse. Maka dari itu saya mengatakan dengan bukti empiris bahwa BCA memanfaatkan Data Warehouse. 
Arsitektur Data Warehouse BCA

Terkait dengan data center, BCA hingga kini masih mengembangkan sistem dua data center yang saling mem-back up. Tujuannya, jika ada masalah di salah satu data center, yang satu lagi akan mem-back up dan mengambil alih tugas. Berbeda dengan kebanyakan bank lain, BCA memisahkan antara data center dan disaster recovery center (DRC)-nya. Sistem DRC telah dimiliki BCA sejak 1989. Sejak 2002, sistem DRC ini ditempatkan di Singapura dan dipercayakan pada IBM untuk mengelolanya. Arsitektur data menyediakan kerangka dengan mengidentifikasikan dan memahami bagaimana data akan pindah melalui sistem dan digunakan dalam perusahaan. Arsitektur data untuk data warehouse mempunyai komponen utama yaitu read-only database.
  
Karateristik Arsitektur Data Warehouse :
a)  Data diambil dari sistem asal (sistem informasi yang ada), database dan file.
b) Data dari sistem asal diintegrasikan dan ditransformasi sebelum disimpan ke dalam Database Management System (DBMS) seperti Oracle,Ms SQL Server, Sybase dan masih banyak yang lainnya.
c) Data warehouse merupakan sebuah database terpisah bersifat hanya dapat dibaca yang dibuat khusus untuk mendukung pengambilan keputusan
d) Pemakai mengakses data warehouse melalui aplikasi front end tool

Jadi, Arsitektur Data Warehouse sudah memiliki standart dimana karateristik yang sudah disebutkan harus dimiliki apabila ingin membangun sebuah data warehouse. Tidak terkecuali oleh BCA, data warehouse yang dimiliki oleh BCA pastinya tidak jauh berbeda dengan definitive dan karakteristik data warehouse secara umum.

 Arsitektur Data Warehouse Pada BCA
Keterangan
Istilah
Penjelasan
Sumber
·         Data adalah database layer untuk tujuan operasional
Staging area menyederhanakan  proses  pembuatan  summary  dan  management  warehouse  secara umum.
·         Metadata adalah istilah dari proses pengidentifikasian suatu atribut dan struktur dari sebuah data atau informasi.Meta data menjelaskan sebuah data itu sendiri.
·         Lapisan  Akses  Data   merupakan  tools  yang  digunakan  untuk  mengambil  dan  meload  yang merupakan bagian dari karakteristik data warehouse.
·         Datamart merupakan subset dari data resource, biasanya berorientasi untuk suatu tujuan yang spesifik atau subjek data yang didistribusikan untuk mendukung kebutuhan bisnis.
·         User merupakan pengguna akhir dari system.
Kesimpulan
Dari skema arsitektur data warehouse diatas, dapat dilihat bahwa sumber data di integrasikan atau digabungkan dalam staging area, agar mudah di akses  oleh warehouse, didalam warehouse terdapat meta data dan summary data yang bersifat read only  dan pada saat user menggunakan system warehouse, user hanya ter hubung dengan data yang sudah di pecah dari resource . Dari data mart yang spesifik atau pengelompokkan subjek merujuk kepada tujuan yang berhubungan langsung, data tersebut di distribusikan untuk kelancaran bisnis BCA.

Data Warehouse, Data Mart, Metadata

By : ddyarmada
Perbedaan OLTP dan Data Warehouse

OLTP :

  • Menangani data saat ini
  • Data diorganisasikan berdasarkan fungsi atau operasi seperti penjualan, produksi, dan pemrosesan pemesanan
  • Pemrosesan bersifat berulang
  • Untuk mendukug keputusan harian
  • melayani banyak pemakai opersai
  • Berorientasi pada transaksi
Data Warehouse :
  • Lebih cenderung menagngani data masa lalu
  • Data disimpan dalam satu platfor
  • Data diorganisasikan menurut subjek seperti pelanggan atau produk
  • Pemrosesan sewaktu-waktu, tak terstruktur, dan bersifat heuristik
  • Untuk mendukung keputusan yang strategis
  • Untuk mendukung pemakai manajerial yang berjumlah relatif sedikit
Sifat Data Warehouse
  • Multidimensional yang berarti bahwa terdapat banyak lapisan kolom dan baris (Ini berbeda dengan tabel pada model relasional yang hanya berdimensi dua)
  • Berdasarkan susunan data seperti itu, amatlah mudah untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan seperti: “Berapakah jumlah produk 1 terjual di Jawa Tengah pada tahun n-3?”
Data Mart
Bagian dari data warehouse yang mendukung kebutuhan pada tingkat departemen atau 
fungsi bisnis tertentu dalam perusahaan. Karakteristik yang membedakan data mart dan data 
warehouse adalah sebagai berikut (Connolly, Begg, Strachan 1999).
   –Data mart memfokuskan hanya pada kebutuhan-kebutuhan pemakai yang 
      terkait dalam sebuah departemen atau fungsi bisnis.
   –Data mart biasanya tidak mengandung data operasional yang rinci seperti pada data
     warehouse.
    –Data mart hanya mengandung sedikit informasi dibandingkan dengan data 
      warehouse. Data mart lebih mudah dipahami dan dinavigasi.

Perbedaan Data Warehouse dengan Data Mart

DATAWAREHOUSE
•Perusahaan, melingkupi semua proses
•Gabungan datamart
•Data didapat dari proses Staging
•Merepresentasikan data  dari perusahaan atau organisasi
•Diorganisasi dlm E-R Model

DATAMART
—Departemen
—Satu bisnis proses
—Start-Join (fakta dan dimensi)
—Teknologinya optimal untuk pengaksesan dan analisis data
Cocok untuk merepresentasikan data departemen

Metadata
     Istilah metadata mulai sering muncul dalam literature tentang database management systems (DBMS) pada tahun 1980 an. lstilah tersebut digunakan untuk menggambarkan informasi yang diperlukan untuk mencatat karakteristik informasi yang terdapat pada pangkalan data. Banyak sumber yang mengartikan istilah metadata. Metadata dapat diartikan sumber, menunjukan lokasi dokumen, serta memberikan ringkasan yang diperlukan untuk memanfaat-kannya. Secara umum ada 3 bagian yang digunakan untuk membuat metadata sebagai sebuah paket informasi, dan penyandian (encoding) pembuatan deskripsi paket informasi, dan penyediaan akses terhadap deskripsi tersebut. Dalam makalah ini diuraikan mengenai konsep data dalam kaitannya dengan perpustakaan. Uraian meliputi definisi metadata; fungsi metadata; standar penyandian (encoding), cantuman bibliografis. surogat, metadata; penciptaan isi cantuman surogat; ancangan terhadap format metadata; serta metadata dan standar metadata.
Pengertian yang lainnya menyebutkan metadata adalah informasi terstruktur yang mendeskripsikan, menjelaskan, menemukan, atau setidaknya membuat menjadikan suatu informasi mudah untuk ditemukan kembali, digunakan, atau dikelola. Metadata sering disebut sebagai data tentang data atau informasi tentang informasi. Metadata ini mengandung informasi mengenai isi dari suatu data yang dipakai untuk keperluan manajemen file/data itu nantinya dalam suatu basis data. Jika data tersebut dalam bentuk teks, metadatanya biasanya berupa keterangan mengenai nama ruas (field), panjang field, dan tipe fieldnya: integer, character, date, dll. Untuk jenis data gambar (image), metadata mengandung informasi mengenai siapa pemotretnya, kapan pemotretannya, dan setting kamera pada saat dilakukan pemotretan. Satu lagi untuk jenis data berupa kumpulan file, metadatanya adalah nama-nama file, tipe file, dan nama pengelola (administrator) dari file-file tersebut.

Fungsi Metadata :
Metadata memberikan fungsi yang sama seperti katalog yaitu:
         membuat sumberdaya bisa ditemukan dengan menggunakan kriteria yang relevan;
         mengidentifikasi sumberdaya
         mengelompokkan sumberdaya yang serupa
         membedakan sumberdaya yang tak miliki kesamaan
         memberikan informasi lokasi

Jenis Metadata :
            Terdapat tiga jenis utama metadata ;
1.Metadata deskriptif menggambarkan suatu sumberdaya dalam maksud seperti penemuan dan identifikasi. Dia bisa meliputi elemen semisal judul, abstrak, pengarang, dan kata kunci.
2.Metadata struktural menunjukkan bagaimana kumpulan obyek disusun secara bersama-sama menjadi satu, semisal bagaimana halaman-halaman ditata untuk membentuk suatu bab.
3.Metadata administratif menyediakan informasi untuk membantu mengelola sumberdaya, semisal terkait kapan dan bagaimana suatu informasi diciptakan, tipe dokumen dan informasi teknis lainnya, serta siapa yang bisa mengaksesnya.

P





Data Warehouse

By : ddyarmada
Data Warehouse adalah suatu sistem komputer untuk mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi . Pada umumnya suatu organisasi menyalin informasi dari sistem operasionalnya (seperti penjualan dan SDM) ke gudang data menurut jadwal teratur, misalnya setiap malam atau setiap akhir minggu. Setelah itu, manajemen dapat melakukan kueri kompleks dan analisis (contohnya penambangan data, data mining) terhadap informasi tersebut tanpa membebani sistem yang operasional.

Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H., data warehouse adalah koleksi data yang mempunyai sifat berorientasi subjek,terintegrasi,time-variant, dan bersifat tetap dari koleksi data dalam mendukung proses pengambilan keputusan management. Sedangkan Vidette Poe, data warehouse merupakan database yang bersifat analisis dan read only yang digunakan sebagai fondasi dari sistem penunjang keputusan. Data warehouse juga bisa diartikan sebagai database relasional yang didesain lebih kepada query dan analisa dari pada proses transaksi, biasanya mengandung history data dari proses transaksi dan bisa juga data dari sumber lainnya.

Berikut karakrteristik dari Data Warehouse :

a. Subject Oriented (Berorientasi subject)
Tabel 5. Data Operasiaonal dan Data Warehouse
Data Operasional
Data Warehouse
Dirancang berorientasi hanya pada aplikasi dan fungsi tertentu
Dirancang berdasar pada subjek-subjek tertentu(utama)
Focusnya pada desain database dan proses
Focusnya pada pemodelan data dan desain data
Berisi rincian atau detail data
Berisi data-data history yang akan dipakai dalam proses analisis
Relasi antar table berdasar aturan terkini(selalu mengikuti rule(aturan) terbaru)
Banyak aturan bisnis dapat tersaji antara tabel-tabel
 Data warehouse berorientasi subject artinya data warehouse didesain untuk menganalisa data berdasarkan subject-subject tertentu dalam organisasi,bukan pada proses atau fungsi aplikasi tertentu. Data warehouse diorganisasikan disekitar subjek-subjek utama dari perusahaan(customers,products dan sales) dan tidak  diorganisasikan pada area-area aplikasi utama(customer invoicing,stock control dan product sales). Hal ini dikarenakan kebutuhan dari data warehouse untuk menyimpan data-data yang bersifat sebagai penunjang suatu keputusan, dari pada aplikasi yang berorientasi terhadap data. Jadi dengan kata lain, data yang disimpan adalah berorientasi kepada subjek bukan terhadap proses. Secara garis besar perbedaan antara data operasional dan data warehouse dapat dilihat pada Tabel 2.1.

b.Integrated (Terintegrasi)
Data Warehouse dapat menyimpan data-data yang berasal dari sumber-sumber yang terpisah kedalam suatu format yang konsisten dan saling terintegrasi satu dengan lainnya. Dengan demikian data tidak bisa dipecah-pecah karena data yang ada merupakan suatu kesatuan yang menunjang keseluruhan konsep data warehouse itu sendiri. Syarat integrasi sumber data dapat dipenuhi dengan berbagai cara sepeti konsisten dalam penamaan variable,konsisten dalam ukuran variable,konsisten dalam struktur pengkodean dan konsisten dalam atribut fisik dari data. Contoh pada lingkungan operasional terdapat berbagai macam aplikasi yang mungkin pula dibuat oleh developer yang berbeda. Oleh karena itu, mungkin dalam aplikasi-aplikasi tersebut ada variable yang memiliki maksud yang sama tetapi nama dan format nya berbeda. Variable tersebut harus dikonversi menjadi nama yang sama dan format yang disepakati bersama. Dengan demikian tidak ada lagi kerancuan karena perbedaan nama, format dan lain sebagainya. Barulah data tersebut bisa dikategorikan sebagai data yang terintegrasi karena kekonsistenannya.
c. Time-variant (Rentang Waktu)
Seluruh data pada data warehouse dapat dikatakan akurat atau valid pada rentang waktu tertentu. Untuk melihat interval waktu yang digunakan dalam mengukur keakuratan suatu data warehouse, kita dapat menggunakan cara antara lain :
  • Cara yang paling sederhana adalah menyajikan data warehouse pada rentang waktu tertentu, misalnya antara 5 sampai 10 tahun ke depan.
  • Cara yang kedua, dengan menggunakan variasi/perbedaan waktu yang disajikan dalam data warehouse baik implicit maupun explicit secara explicit dengan unsur waktu dalam hari, minggu, bulan dsb. Secara implicit misalnya pada saat data tersebut diduplikasi pada setiap akhir bulan, atau per tiga bulan. Unsur waktu akan tetap ada secara implisit didalam data tersebut.
  • Cara yang ketiga,variasi waktu yang disajikan data warehouse melalui serangkaian snapshot yang panjang. Snapshot merupakan tampilan dari sebagian data tertentu sesuai keinginan pemakai dari keseluruhan data yang ada bersifat read-only.
d. Non-Volatile
Karakteristik keempat dari data warehouse adalah non-volatile,maksudnya data pada data warehouse tidak di-update secara real time tetapi di refresh dari sistem operasional secara reguler. Data yang baru selalu  ditambahkan sebagai suplemen bagi database itu sendiri dari pada sebagai sebuah perubahan. Database tersebut secara kontinyu menyerap data baru ini, kemudian secara incremental disatukan dengan data sebelumnya. Berbeda dengan database operasional yang dapat melakukan update,insert dan delete terhadap data yang mengubah isi dari database sedangkan pada data warehouse hanya ada dua kegiatan memanipulasi data yaitu loading data (mengambil data) dan akses data (mengakses data warehouse seperti melakukan query atau menampilan laporan yang dibutuhkan, tidak ada kegiatan updating data).
Data warehouse merupakan pendekatan untuk menyimpan data dimana sumber-sumber data yang heterogen(yang biasanya tersebar pada beberapa database OLTP) dimigrasikan untuk penyimpanan data yang homogen dan terpisah. Keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan data warehouse tersebut dibawah ini (Ramelho).
Sedangkan kombinasi data mining verifikasi dan penemuan merupakan perkembangan data mining di masa depan akan mengkombinasikan pendekatan hipotesis dan penemuan. Perkembangan ini menggunakan penalaran yang sama yang mendasari konsep Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System – DSS). Konsep tersebut memungkinkan pemakai dan komputer bekerja sama untuk memecahkan suatu masalah. Pemakai menerapkan keahliannya dalam hal masalah, dan komputer melakukan analisis data yang canggih untuk memilih data yang tepat dan menempatkannya dalam format yang tepat untuk pengambilan keputusan. Menurut Fayyad Usama (1996), proses KDD secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.  Data Selection
Pemilihan (seleksi) data daru sekumpulan data operasional perlu dilakukan sebelum tahap penggalian informasi dalam KDD dimulai. Data hasil seleksi yang akan digunakan untuk proses data mining, disimpan dalam suatu berkas, terpisah dari basis data operasional.
2. Pre-processing/ Cleaning
Sebelum proses data mining dapat dilaksanakan, perlu dilakukan proses cleaning pada data yang menjadi fokus KDD.Proses cleaning mencakup antara lain membuang duplikasi data, memeriksa data yang inkonsisten, dan memperbaiki kesalahan pada data, seperti kesalahan cetak (tipografi).Juga dilakukan proses enrichment, yaitu  proses “memperkaya” data yang sudah ada dengan data atau informasi lain yang relevan dan diperlukan untuk KDD, seperti data atau informasi eksternal.
3. Transformation
Coding adalah proses transformasi pada data yang telah dipilih, sehingga data tersebut sesuai untuk proses data mining. Proses coding dalam KDD merupakan proses kreatif dan sangat tergantung pada jenis atau pola informasi yang akan dicari dalam basis data
4. Data mining
Data mining adalah proses mencari pola atau informasi menarik dalam data terpilih dengan menggunakan teknik atau metode tertentu. Teknik, metode, atau algoritma dalam data mining sangat bervariasi. Pemilihan metode atau algoritma yang tepat sangat bergantung pada tujuan dan proses KDD secara keseluruhan.
5. Interpretation/ Evaluation
Pola informasi yang dihasilkan dari proses data mining perlu ditampilkan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pihak yang berkepentingan. Tahap ini merupakan bagian dari proses KDD yang disebut dengan interpretation. Tahap ini mencakup pemeriksaan apakah pola atau informasi yang ditemukan bertentangan dengan fakta atau hipotesa yang ada sebelumnya.
Proses KDD secara garis besar memang terdiri dari 5 tahap seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi, dalam proses KDD yang sesungguhnya, dapat saja terjadi iterasi atau pengulangan pada tahap tahap tertentu. Pada setiap tahap dalam proses KDD, seorang analis dapat saja kembali ke tahap sebelumnya. Sebagai contoh, pada saat coding atau data mining, analis menyadari proses cleaning belum dilakukan dengan sempurna, atau mungkin saja analis menemukan data atau informasi baru untuk “memperkaya” data yang sudah ada.
KDD mencakup keseluruhan proses pencarian pola atau informasi dalam basis data, dimulai dari pemilihan dan persiapan data sampai representasi pola yang ditemukan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pihak yang berkepentingan. Data mining merupakan salah satu komponen dalam KDD yang difokuskan pada penggalian pola tersembunyi dalam basis data.
Pengertian OLTP dan OLAP
Secara singkat OLTP adalah segala penanganan dalam proses transaksi sehari-hari, misalkan sebuah toko Alfamart yang menangani ransaksi pembelian setiap harinya, bayangkan ada berapa banyak transaksi input ke dalam database? pasti banyak sekali. lantas apakah data transaksi tersebut akan di diamkan menumpuk sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? disinilah OLAP berperan,
Secara singkat OLAP adalah suatu proses yang digunakan untuk melakukan permintaan terhadap data dalam bentuk yang kompleks dan menganalisa data yang bervolume besar. maka dari itu OLAP seringkali disebut analisis data multidimensi. Lalu bagaimana OLAP itu bekerja? OLAP bekerja dengan data dalam bentuk multidimensiyang biasanya berbentuk 3 dimensi yang disebut kubus (cube). bagaimana kubus itu dibuat dalam OLAP? nanti akan saya bahas di artikel berikutnya. Dibawah ini adalah gambar bagaimana OLTP dan OLAP, yang saya jelaskan diatas.
Pada OLAP biasanya digunakan untuk pengambilan suatu keputusan, misalkan sebagai contoh para top level di Alfamart ingin melihat data transaksi perbulan, per 3 bulan atau bahkan per tahun untuk pengambilan keputusan barang apa saja yang paling laku dijual da barang apa saja yang tidak laku di pasar. pada OLAP dikenal dengan istilah drill-down, slicing dan dicing.
  • Skema Bintang (Star Skema)
    Skema ini seperti bentuk bintang, dimana tabel fakta(fact) dipusatkan di tengah dimensi tabel, Tabel fakta memiliki beberapa key yang merupakan kunci indek individual dalam tabel dimensi.
  • Skema Bola Salju (Snowflake Schema)
    Skema ini berdasarkan perluasan dari Skema bintang, dengan tambahan beberapa dimensi yang tidak berhubungan dengan tabel fakta (Fact table)
  • Fact constellations
    Pada skema ini terdapat beberapa tabel fakta yang menggunakan satu atau beberapa tabel dimensi secara bersama-sama sehingga jika digambarkan akan terlihat seperti sekumpulan bintang.

- Copyright © 2013 ddyarmada - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -