Popular Post

Data Warehouse, Data Mart, Metadata

By : ddyarmada
Perbedaan OLTP dan Data Warehouse

OLTP :

  • Menangani data saat ini
  • Data diorganisasikan berdasarkan fungsi atau operasi seperti penjualan, produksi, dan pemrosesan pemesanan
  • Pemrosesan bersifat berulang
  • Untuk mendukug keputusan harian
  • melayani banyak pemakai opersai
  • Berorientasi pada transaksi
Data Warehouse :
  • Lebih cenderung menagngani data masa lalu
  • Data disimpan dalam satu platfor
  • Data diorganisasikan menurut subjek seperti pelanggan atau produk
  • Pemrosesan sewaktu-waktu, tak terstruktur, dan bersifat heuristik
  • Untuk mendukung keputusan yang strategis
  • Untuk mendukung pemakai manajerial yang berjumlah relatif sedikit
Sifat Data Warehouse
  • Multidimensional yang berarti bahwa terdapat banyak lapisan kolom dan baris (Ini berbeda dengan tabel pada model relasional yang hanya berdimensi dua)
  • Berdasarkan susunan data seperti itu, amatlah mudah untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan seperti: “Berapakah jumlah produk 1 terjual di Jawa Tengah pada tahun n-3?”
Data Mart
Bagian dari data warehouse yang mendukung kebutuhan pada tingkat departemen atau 
fungsi bisnis tertentu dalam perusahaan. Karakteristik yang membedakan data mart dan data 
warehouse adalah sebagai berikut (Connolly, Begg, Strachan 1999).
   Data mart memfokuskan hanya pada kebutuhan-kebutuhan pemakai yang 
      terkait dalam sebuah departemen atau fungsi bisnis.
   Data mart biasanya tidak mengandung data operasional yang rinci seperti pada data
     warehouse.
    Data mart hanya mengandung sedikit informasi dibandingkan dengan data 
      warehouse. Data mart lebih mudah dipahami dan dinavigasi.

Perbedaan Data Warehouse dengan Data Mart

DATAWAREHOUSE
Perusahaan, melingkupi semua proses
Gabungan datamart
Data didapat dari proses Staging
Merepresentasikan data  dari perusahaan atau organisasi
Diorganisasi dlm E-R Model

DATAMART
Departemen
Satu bisnis proses
Start-Join (fakta dan dimensi)
Teknologinya optimal untuk pengaksesan dan analisis data
Cocok untuk merepresentasikan data departemen

Metadata
     Istilah metadata mulai sering muncul dalam literature tentang database management systems (DBMS) pada tahun 1980 an. lstilah tersebut digunakan untuk menggambarkan informasi yang diperlukan untuk mencatat karakteristik informasi yang terdapat pada pangkalan data. Banyak sumber yang mengartikan istilah metadata. Metadata dapat diartikan sumber, menunjukan lokasi dokumen, serta memberikan ringkasan yang diperlukan untuk memanfaat-kannya. Secara umum ada 3 bagian yang digunakan untuk membuat metadata sebagai sebuah paket informasi, dan penyandian (encoding) pembuatan deskripsi paket informasi, dan penyediaan akses terhadap deskripsi tersebut. Dalam makalah ini diuraikan mengenai konsep data dalam kaitannya dengan perpustakaan. Uraian meliputi definisi metadata; fungsi metadata; standar penyandian (encoding), cantuman bibliografis. surogat, metadata; penciptaan isi cantuman surogat; ancangan terhadap format metadata; serta metadata dan standar metadata.
Pengertian yang lainnya menyebutkan metadata adalah informasi terstruktur yang mendeskripsikan, menjelaskan, menemukan, atau setidaknya membuat menjadikan suatu informasi mudah untuk ditemukan kembali, digunakan, atau dikelola. Metadata sering disebut sebagai data tentang data atau informasi tentang informasi. Metadata ini mengandung informasi mengenai isi dari suatu data yang dipakai untuk keperluan manajemen file/data itu nantinya dalam suatu basis data. Jika data tersebut dalam bentuk teks, metadatanya biasanya berupa keterangan mengenai nama ruas (field), panjang field, dan tipe fieldnya: integer, character, date, dll. Untuk jenis data gambar (image), metadata mengandung informasi mengenai siapa pemotretnya, kapan pemotretannya, dan setting kamera pada saat dilakukan pemotretan. Satu lagi untuk jenis data berupa kumpulan file, metadatanya adalah nama-nama file, tipe file, dan nama pengelola (administrator) dari file-file tersebut.

Fungsi Metadata :
Metadata memberikan fungsi yang sama seperti katalog yaitu:
         membuat sumberdaya bisa ditemukan dengan menggunakan kriteria yang relevan;
         mengidentifikasi sumberdaya
         mengelompokkan sumberdaya yang serupa
         membedakan sumberdaya yang tak miliki kesamaan
         memberikan informasi lokasi

Jenis Metadata :
            Terdapat tiga jenis utama metadata ;
1.Metadata deskriptif menggambarkan suatu sumberdaya dalam maksud seperti penemuan dan identifikasi. Dia bisa meliputi elemen semisal judul, abstrak, pengarang, dan kata kunci.
2.Metadata struktural menunjukkan bagaimana kumpulan obyek disusun secara bersama-sama menjadi satu, semisal bagaimana halaman-halaman ditata untuk membentuk suatu bab.
3.Metadata administratif menyediakan informasi untuk membantu mengelola sumberdaya, semisal terkait kapan dan bagaimana suatu informasi diciptakan, tipe dokumen dan informasi teknis lainnya, serta siapa yang bisa mengaksesnya.

P





Data Warehouse

By : ddyarmada
Data Warehouse adalah suatu sistem komputer untuk mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi . Pada umumnya suatu organisasi menyalin informasi dari sistem operasionalnya (seperti penjualan dan SDM) ke gudang data menurut jadwal teratur, misalnya setiap malam atau setiap akhir minggu. Setelah itu, manajemen dapat melakukan kueri kompleks dan analisis (contohnya penambangan datadata mining) terhadap informasi tersebut tanpa membebani sistem yang operasional.

Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H., data warehouse adalah koleksi data yang mempunyai sifat berorientasi subjek,terintegrasi,time-variant, dan bersifat tetap dari koleksi data dalam mendukung proses pengambilan keputusan management. Sedangkan Vidette Poe, data warehouse merupakan database yang bersifat analisis dan read only yang digunakan sebagai fondasi dari sistem penunjang keputusan. Data warehouse juga bisa diartikan sebagai database relasional yang didesain lebih kepada query dan analisa dari pada proses transaksi, biasanya mengandung history data dari proses transaksi dan bisa juga data dari sumber lainnya.

Berikut karakrteristik dari Data Warehouse :

a. Subject Oriented (Berorientasi subject)
Tabel 5. Data Operasiaonal dan Data Warehouse
Data Operasional
Data Warehouse
Dirancang berorientasi hanya pada aplikasi dan fungsi tertentu
Dirancang berdasar pada subjek-subjek tertentu(utama)
Focusnya pada desain database dan proses
Focusnya pada pemodelan data dan desain data
Berisi rincian atau detail data
Berisi data-data history yang akan dipakai dalam proses analisis
Relasi antar table berdasar aturan terkini(selalu mengikuti rule(aturan) terbaru)
Banyak aturan bisnis dapat tersaji antara tabel-tabel
 Data warehouse berorientasi subject artinya data warehouse didesain untuk menganalisa data berdasarkan subject-subject tertentu dalam organisasi,bukan pada proses atau fungsi aplikasi tertentu. Data warehouse diorganisasikan disekitar subjek-subjek utama dari perusahaan(customers,products dan sales) dan tidak  diorganisasikan pada area-area aplikasi utama(customer invoicing,stock control dan product sales). Hal ini dikarenakan kebutuhan dari data warehouse untuk menyimpan data-data yang bersifat sebagai penunjang suatu keputusan, dari pada aplikasi yang berorientasi terhadap data. Jadi dengan kata lain, data yang disimpan adalah berorientasi kepada subjek bukan terhadap proses. Secara garis besar perbedaan antara data operasional dan data warehouse dapat dilihat pada Tabel 2.1.

b.Integrated (Terintegrasi)
Data Warehouse dapat menyimpan data-data yang berasal dari sumber-sumber yang terpisah kedalam suatu format yang konsisten dan saling terintegrasi satu dengan lainnya. Dengan demikian data tidak bisa dipecah-pecah karena data yang ada merupakan suatu kesatuan yang menunjang keseluruhan konsep data warehouse itu sendiri. Syarat integrasi sumber data dapat dipenuhi dengan berbagai cara sepeti konsisten dalam penamaan variable,konsisten dalam ukuran variable,konsisten dalam struktur pengkodean dan konsisten dalam atribut fisik dari data. Contoh pada lingkungan operasional terdapat berbagai macam aplikasi yang mungkin pula dibuat oleh developer yang berbeda. Oleh karena itu, mungkin dalam aplikasi-aplikasi tersebut ada variable yang memiliki maksud yang sama tetapi nama dan format nya berbeda. Variable tersebut harus dikonversi menjadi nama yang sama dan format yang disepakati bersama. Dengan demikian tidak ada lagi kerancuan karena perbedaan nama, format dan lain sebagainya. Barulah data tersebut bisa dikategorikan sebagai data yang terintegrasi karena kekonsistenannya.
c. Time-variant (Rentang Waktu)
Seluruh data pada data warehouse dapat dikatakan akurat atau valid pada rentang waktu tertentu. Untuk melihat interval waktu yang digunakan dalam mengukur keakuratan suatu data warehouse, kita dapat menggunakan cara antara lain :
  • Cara yang paling sederhana adalah menyajikan data warehouse pada rentang waktu tertentu, misalnya antara 5 sampai 10 tahun ke depan.
  • Cara yang kedua, dengan menggunakan variasi/perbedaan waktu yang disajikan dalam data warehouse baik implicit maupun explicit secara explicit dengan unsur waktu dalam hari, minggu, bulan dsb. Secara implicit misalnya pada saat data tersebut diduplikasi pada setiap akhir bulan, atau per tiga bulan. Unsur waktu akan tetap ada secara implisit didalam data tersebut.
  • Cara yang ketiga,variasi waktu yang disajikan data warehouse melalui serangkaian snapshot yang panjang. Snapshot merupakan tampilan dari sebagian data tertentu sesuai keinginan pemakai dari keseluruhan data yang ada bersifat read-only.
d. Non-Volatile
Karakteristik keempat dari data warehouse adalah non-volatile,maksudnya data pada data warehouse tidak di-update secara real time tetapi di refresh dari sistem operasional secara reguler. Data yang baru selalu  ditambahkan sebagai suplemen bagi database itu sendiri dari pada sebagai sebuah perubahan. Database tersebut secara kontinyu menyerap data baru ini, kemudian secara incremental disatukan dengan data sebelumnya. Berbeda dengan database operasional yang dapat melakukan update,insert dan delete terhadap data yang mengubah isi dari database sedangkan pada data warehouse hanya ada dua kegiatan memanipulasi data yaitu loading data (mengambil data) dan akses data (mengakses data warehouse seperti melakukan query atau menampilan laporan yang dibutuhkan, tidak ada kegiatan updating data).
Data warehouse merupakan pendekatan untuk menyimpan data dimana sumber-sumber data yang heterogen(yang biasanya tersebar pada beberapa database OLTP) dimigrasikan untuk penyimpanan data yang homogen dan terpisah. Keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan data warehouse tersebut dibawah ini (Ramelho).
Sedangkan kombinasi data mining verifikasi dan penemuan merupakan perkembangan data mining di masa depan akan mengkombinasikan pendekatan hipotesis dan penemuan. Perkembangan ini menggunakan penalaran yang sama yang mendasari konsep Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System – DSS). Konsep tersebut memungkinkan pemakai dan komputer bekerja sama untuk memecahkan suatu masalah. Pemakai menerapkan keahliannya dalam hal masalah, dan komputer melakukan analisis data yang canggih untuk memilih data yang tepat dan menempatkannya dalam format yang tepat untuk pengambilan keputusan. Menurut Fayyad Usama (1996), proses KDD secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.  Data Selection
Pemilihan (seleksi) data daru sekumpulan data operasional perlu dilakukan sebelum tahap penggalian informasi dalam KDD dimulai. Data hasil seleksi yang akan digunakan untuk proses data mining, disimpan dalam suatu berkas, terpisah dari basis data operasional.
2. Pre-processing/ Cleaning
Sebelum proses data mining dapat dilaksanakan, perlu dilakukan proses cleaning pada data yang menjadi fokus KDD.Proses cleaning mencakup antara lain membuang duplikasi data, memeriksa data yang inkonsisten, dan memperbaiki kesalahan pada data, seperti kesalahan cetak (tipografi).Juga dilakukan proses enrichment, yaitu  proses “memperkaya” data yang sudah ada dengan data atau informasi lain yang relevan dan diperlukan untuk KDD, seperti data atau informasi eksternal.
3. Transformation
Coding adalah proses transformasi pada data yang telah dipilih, sehingga data tersebut sesuai untuk proses data mining. Proses coding dalam KDD merupakan proses kreatif dan sangat tergantung pada jenis atau pola informasi yang akan dicari dalam basis data
4. Data mining
Data mining adalah proses mencari pola atau informasi menarik dalam data terpilih dengan menggunakan teknik atau metode tertentu. Teknik, metode, atau algoritma dalam data mining sangat bervariasi. Pemilihan metode atau algoritma yang tepat sangat bergantung pada tujuan dan proses KDD secara keseluruhan.
5. Interpretation/ Evaluation
Pola informasi yang dihasilkan dari proses data mining perlu ditampilkan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pihak yang berkepentingan. Tahap ini merupakan bagian dari proses KDD yang disebut dengan interpretation. Tahap ini mencakup pemeriksaan apakah pola atau informasi yang ditemukan bertentangan dengan fakta atau hipotesa yang ada sebelumnya.
Proses KDD secara garis besar memang terdiri dari 5 tahap seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi, dalam proses KDD yang sesungguhnya, dapat saja terjadi iterasi atau pengulangan pada tahap tahap tertentu. Pada setiap tahap dalam proses KDD, seorang analis dapat saja kembali ke tahap sebelumnya. Sebagai contoh, pada saat coding atau data mining, analis menyadari proses cleaning belum dilakukan dengan sempurna, atau mungkin saja analis menemukan data atau informasi baru untuk “memperkaya” data yang sudah ada.
KDD mencakup keseluruhan proses pencarian pola atau informasi dalam basis data, dimulai dari pemilihan dan persiapan data sampai representasi pola yang ditemukan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pihak yang berkepentingan. Data mining merupakan salah satu komponen dalam KDD yang difokuskan pada penggalian pola tersembunyi dalam basis data.
Pengertian OLTP dan OLAP
Secara singkat OLTP adalah segala penanganan dalam proses transaksi sehari-hari, misalkan sebuah toko Alfamart yang menangani ransaksi pembelian setiap harinya, bayangkan ada berapa banyak transaksi input ke dalam database? pasti banyak sekali. lantas apakah data transaksi tersebut akan di diamkan menumpuk sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? disinilah OLAP berperan,
Secara singkat OLAP adalah suatu proses yang digunakan untuk melakukan permintaan terhadap data dalam bentuk yang kompleks dan menganalisa data yang bervolume besar. maka dari itu OLAP seringkali disebut analisis data multidimensi. Lalu bagaimana OLAP itu bekerja? OLAP bekerja dengan data dalam bentuk multidimensiyang biasanya berbentuk 3 dimensi yang disebut kubus (cube). bagaimana kubus itu dibuat dalam OLAP? nanti akan saya bahas di artikel berikutnya. Dibawah ini adalah gambar bagaimana OLTP dan OLAP, yang saya jelaskan diatas.
Pada OLAP biasanya digunakan untuk pengambilan suatu keputusan, misalkan sebagai contoh para top level di Alfamart ingin melihat data transaksi perbulan, per 3 bulan atau bahkan per tahun untuk pengambilan keputusan barang apa saja yang paling laku dijual da barang apa saja yang tidak laku di pasar. pada OLAP dikenal dengan istilah drill-downslicing dan dicing.
  • Skema Bintang (Star Skema)
    Skema ini seperti bentuk bintang, dimana tabel fakta(fact) dipusatkan di tengah dimensi tabel, Tabel fakta memiliki beberapa key yang merupakan kunci indek individual dalam tabel dimensi.
  • Skema Bola Salju (Snowflake Schema)
    Skema ini berdasarkan perluasan dari Skema bintang, dengan tambahan beberapa dimensi yang tidak berhubungan dengan tabel fakta (Fact table)
  • Fact constellations
    Pada skema ini terdapat beberapa tabel fakta yang menggunakan satu atau beberapa tabel dimensi secara bersama-sama sehingga jika digambarkan akan terlihat seperti sekumpulan bintang.

Resume MSDM Pertemuan 1 - 6

By : ddyarmada

Strategi MSDM

Desain Organisasi Tradisional
• Struktur Sederhana
    Struktur organisasi dengan departementalisasi  rendah, rentang kendali luas, wewenang terpusat  dan formalisasi rendah.
• Struktur Fungsional
     Struktur organisasi yang mengelompokkan  spesialisasi pekerjaan yang serupa dalam satu  kelompok.
• Struktur Divisional
    Struktur organisasi yang terdiri atas unit atau divisi  yg terpisah atau semi otonom.

Empat Pilar Pengorganisasian (Four Building Blocks of Organizing)
• Pilar Pertama :
    Pembagian kerja (division of work) / Spesialisasi Kerja
• Pilar Kedua :
    Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)
• Pilar Ketiga :
    Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy)
• Pilar Keempat :
    Penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas  antar bagian dalam organisasi / koordinasi (coordination)

Fungsi MSDM
• Fungsi Perencanaan
       Perencanaan SDM (human recources planing) adalah perencanaan tenaga kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan. Perencanaan dilakukan dengan menetapkan program kepegawaian. Program  kepegawaian meliputi pengorganisasian, pengarahan, pengendalian,  pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian,  pemeliharaan, kedisiplinan dan pemberhentian karyawan.
• Fungsi Rekruitmen dan Seleksi
      SDM melakukan perekrutan dan seleksi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dalam proses seleksi, departemen sumber daya manusia melakukan penyaringan melalui wawancara, tes, dan menyelidiki latar belakang pelamar.
• Fungsi Pelatihan dan Pengembangan
      adalah proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan.pendidikan dan pelatihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
• Fungsi Keamanan dan Kesehatan
      Setiap perusahaan wajib untuk memiliki dan melaksanakan program  keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan dan menciptakan kondisi yang sehat. Departemen sumber daya manusia
mempunyai tanggung jawab utama untuk mengadakan pelatihan tentang keselamatan kerja, mengidentifikasi dan memperbaiki kondisi yang membahayakan tenaga kerja, dan melaporkan adanya kecelakaan kerja

• Fungsi Kompensasi dan Kesejahteraan
      Kompensasi (compensation) adalah pemberian balas jasa langsung  (direct) dan tidak langsung (indirect), uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada perusahaan.
Prinsip kompensasi adalah adil dan layak. Adil diartikan sesuai dengan prestasi kerjanya, layak diartikan dapat memenuhi kebutuhan primernya serta berpedoman pada batas upah minimum pemerintah
dan berdasarkan internal dan eksternal konsistensi.
• Fungsi Penilaian Kinerja
      Penilaian kinerja sumber daya manusia merupakan tanggung jawab  departemen sumber daya manusia dan para manajer. Para manajer  menanggung tanggung jawab utama untuk mengevaluasi bawahannya  dan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk  mengembangkan bentuk penilaian kinerja yang efektifdan  memastikan bahwa penilaian kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh
         bagian perusahaan.
• Fungsi Penelitian
      departemen SDM melakukan analisis terhadap masalah individu dan  perusahaan serta membuat perubahan yang sesuai.
• Hubungan Pekerja
      departemen SDM berperan aktif dalam melakukan negosiasi dan  mengurus masalah persetujuan dengan pihak serikat pekerja.

Manajer Line dan Manager Staf SDM
• Line manager
– Seorang manajer yang berwenang untuk  mengarahkan pekerjaan bawahan dan  bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugas-tugas organisasi.
• Staff manager
– A manager who assists and advises line  managers.

Cooperative Line and Staff HR  Management
1. Tanggung jawab manajer lini adalah untuk menentukan
kualifikasi karyawan yang dibutuhkan untuk mengisi
jabatan/posisi tertentu.
2. Manajer staf kemudian mengembangkan sumber-sumber
pelamar yang memenuhi syarat dan melakukan
wawancara penyaringan awal
3. Mengelola tes yang sesuai dan menunjuk pelamar
terbaik untuk kemudian melakukan wawancara dengan
manajer lini.

3 tantangan dasar staff HRD
– Kebutuhan untuk mendukung produktivitas perusahaan
dan upaya peningkatan kinerja..
– Memperluas peran karyawan sebagai upaya untuk
meningkatkan kinerja perusahaan.
– Manager HRD harus terlibat dalam merancang (tidak
hanya sebagai pelaksana) rencana strategis perusahaan.




Types of Strategic Planning
• Corporate-level strategy
– Mengidentifikasi portofolio bisnis yang secara total  terdiri dari perusahaan dan cara-cara di mana bisnis
tersebut berhubungan satu sama lain.
• Diversification strategy ,menyiratkan bahwa perusahaan akan memperluas dengan menambahkan lini produk baru.
• Vertical integration strategy, artinya bahwa perusahaan  akan memperluas atau memproduksi bahan baku sendiri, atau menjual produknya secara langsung.
• Consolidation strategy, mengurangi ukuran perusahaan
• Geographic expansion strategy , mengembangkan perusahaan ke luar negeri.
• Business-level/competitive strategy
– Mengidentifikasi bagaimana membangun dan  memperkuat posisi persaingan bisnis jangka
panjang di dalam pasar
• Cost leadership: perusahaan berusaha memimpin  usaha berbiaya rendah.
• Differentiation: menjadi perusahaan yang unik  dan tetap dihargai .
• Focus: selalu mencari ceruk pasar.
• Functional strategies
– Mengidentifikasi kegiatan dasar dari setiap  departemen dalam rangka membantu perusahaan
mencapai tujuan kompetitifnya.
































Perencanaan SDM
Faktor Penyebab Perubahan Kebutuhan SDM
a. Perubahan dalam lingkungan eksternal seperti  ekonomi, politik, teknologi dan persaingan.
b. Perubahan keputusan internal seperti strategi, budget,  ramalan penjualan, ekspansi, rancangan organisasi  dan rancangan pekerjaan.
c. Perubahan tenaga kerja organisasi seperti adanya  pegawai yang pensiun (retirement), mengundurkan diri  (resignation), PHK (termination), meninggal dunia,  pegawai sakit, dll.

Tujuan Analisa Pekerjaan
• Untuk mendapatkan informasi tentang:
• Aktivitas kerja apa saja aktivitas yang akan dilaksanakan
• Perilaku manusia bagaimana dlm mengambil keputusan,  kemampuan bekerja, melakukan perjalanan
• Mesin/alat yg dibutuhkan utk keberlangsungan pekerjaan
• Standar kinerja pengukuran ttg kualitas, kuantitas, dan  kecepatan untuk setiap pekerjaan
• Konteks jabatan bagaimana interaksi jabatan, insentif yang ada
• Tuntutan manusiawi kebutuhan ketrampilan, pengetahuan dalam  melakukan kerja

Job Analysis: Proses yang sistematis dari menghimpun informasi dari tugas, kewajiban dan tanggung jawab dari pekerjaan tertentu.
Job Description: pernyataan faktual dan terorganisasi perihal kewajiban dan tanggung jawab pekerjaan tertentu (menggambarkan pekerjaan/jabatan dengan sangat baik).
Job Specification: menunjukkan kualitas yang disyaratkan bagi pelaksanaan yang dapat diterima. (Spesifikasi pekerjaan disusun dari uraian pekerjaan serta uraian “ciri-ciri manusia dan pengalaman yang diperlukan untuk bekerja dengan baik”,  dan akan menentukan tipe orang yang perlu direkrut dan
kualitas yang perlu diuji)
Job Evaluation: proses sistematik dan beruntun untuk menentukan nilai suatu pekerjaan (menentukan kompensasi).

Proses Analisa Pekerjaan
1. Menentukan penggunaan informasi/alat yang  digunakan untuk menganalisa
2. Meninjau informasi yang terkait sbg latar  belakang (struktur organisasi; proses kerja, dll)
3. Menyeleksi jabatan yang akan dianalisis
4. Mengumpulkan data
5. Meninjau informasi itu dengan pihak lain yang  berkepentingan
6. Menyusun uraian dan spesifikasi  jabatan/pekerjaan








Perencanaan Sumber Daya Manusia
• “Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan,
pengimplementasian dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai
kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang
tepat, yang secara otomatis lebih bermanfaat”. (George Milkovich dan Paul C.
Nystrom)
• “Perencanaan SDM, sebagai proses yang menjamin keberlangsungan
pengembangan organisasI. “Kita menilai dimana kita; menilai akan kemana kita;
kita mempertimbangkan pengaruh tujuan terhadap kebutuhan di masa yang akan
datang dan kebutuhan penyediaan SDM dan mencoba mencocokkan permintaan
dan penyediaan sehingga membuat kesesuaian antara tujuan kebutuhan
organisasi di masa yang akan datang” (Stephen Robbin )
• Perencanaan SDM adalah proses yang dilakukan para manajer untuk menjamin
bahwa mereka memiliki jumlah dan jenis orang yang tepat di tempat yang tepat,
dan pada saat yang tepat, yang mampu menyelesaikan sejumlah tugas yang
dibebankan secara efektif dan efisien. Melalui perencanaan, organisasi dapat
menghindari kekurangan dan kelebihan dana. (Robbin dan Coulter (2009,h.346))
• Perencanaan menyangkut: Kualitas dan Kuantitas yang
tepat, Waktu dan posisi yang tepat, dan perhatian yang
maksimal terhadap tujuan individual dan organisasional

Fungsi Perencanaan SDM
• Individual
– mengetahui secara pasti rencana ketenagakerjaan dari organisasi
– memungkinkan pekerja untuk menyusun pengembangan karir bagi  dirinya sendiri
                Contoh :
• Bagaimana kemampuan pengembangan jenjang karirnya
• Kemampuan apa yang harus dimiliki untuk memungkinkan dirinya  menduduki suatu jabatan tertentu
• Waktu yang terbaik untuk menjangkau karir tesebut
• Organisasi
• membantu pimpinan organisasi dalam upaya mendaya-gunakan  SDM yang ada efisiensi
• mampu menarik tenaga kerja yang benar-benar dibutuhkan, baik  secara kuantitatif atau kualitatif yang dilakukan pada waktu yang  tepat.
• menambah kuatnya daya saing organisasi terhadap organisasi  lain.

Prosedur Perencanaan SDM
• Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM  yang dibutuhkan.
• Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM. Mengelompokkan data dan informasi serta
menganalisisnya.
• Menetapkan beberapa alternative.
• Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi  rencana.
• Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk  direalisasikan.





Keuntungan Perencanaan SDM
• Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik  terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya.
• Biaya SDM menjadi lebih kecil.
• Tersedianya lebih banyak waktu untuk melakukan proses  recruitment-seleksi antisipasi kebutuhan.
• Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan  golongan minoritas didalam rencana masa yang akan  datang.
• Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan  lebih baik.











































Rekrutmen dan Seleksi
Rekrutmen
• Proses pencarian atau mengundang calon-calon tenaga  kerja yang mempunyai kemampuan sesuai dengan
rencana dan kebutuhan organisasi di waktu tertentu,  untuk melamar kerja
Seleksi
• Proses memilih seseorang dari kelompok pelamar yang  paling cocok/mampu menduduki posisi tertentu dan
untuk organisasi.

Rekrutmen
• Upaya perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja yang  diperlukan sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan tenaga kerja

 Jenis rekrutmen
– Rekrutmen Internal
• proses untuk mendapatkan tenaga kerja atau SDM yang  dibutuhkan dengan mempertimbangkan tenaga kerja yang sudah ada atau yang sudah dimiliki oleh perusahaan
– Rekrutmen Eksternal
• perusahaan mendapatkan tenaga kerja atau SDM yang akan ditempatkan pada suatu jabatan tertentu dengan memperolehnya dari luar perusahaan, atau seringkali dinamakan sebagai outsourcing

TAHAP DALAM REKRUTMEN DAN SELEKSI
1. Merencanakan kebutuhan karyawan baru (HR planning)
2. Mendapatkan orang yang tepat untuk melamar posisi  tersebut (rekrutmen)
3. Memutuskan siapa yang dipilih (seleksi)
4. Mendapatkan orang yang dipilih untuk mengambil pekerjaan  tersebut (placement)

Metode Rekrutmen
• Penataran/upgrading
• Pemindahan/mutasi
• Pengangkatan ( promosi )
• Penempatan pekerjaan
• Inventarisasi keahlian

Keuntungan Rekrutmen Internal
– Biaya relatif murah, karena tidak perlu proses seleksi
seperti rekrutmen external.
– Organisasi mengetahui pekerja yang memiliki
kemampuan untuk jabatan yang kosong.
– Pekerja memiliki motivasi yang tinggi krn mengetahui
kemungkinan peningkatan
– Pengembangan karier jelas
– Pekerja telah memahami secara baik kebijakan,
prosedur, ketentuan dan kebiasaan organisasi.

Kerugian Rekrutmen internal
• Tidak selalu memberikan perspektif baru
• Pekerja yang dipromosikan akrab dengan bawahannya
sehingga sulit menjalankan kewenangan dan kekuasaannya.


Rekrutmen Eksternal Keunggulan :
• Memiliki gagasan dan pendekatan baru
• Bekerja mulai dengan lembaran bersih dan memperhatikan
spesifikasi pengalaman
• Tingkat pengetahuan dan keahlian tidak tersedia dalam
perusahaan yang sekarang.
Kelemahan
• Moral dan komitmen karyawan rendah
• Periode penyesuaian yang relatif lama.

Faktor lingkungan yang  mempengaruhi proses seleksi
• Pertimbangan hukum : persentase wanita,non
diskriminasi,peraturan tenaga kerja
• Waktu yang dimiliki untuk mengambil keputusan
(pendek,waktu panjang)
• Hirarki organisasi
• Tipe organisasi: pemerintah,swasta,LSM
• Kualitas pelamar
• Jumlah, komposisi dan ketersediaan tenaga kerja
– Dipengaruhi ekonomi, sosial, politik
– Undersupply vs oversupply tenaga kerja
– Unqualifed vs qualified employee
• Ratio seleksi =
# pelamar yang diterima
____________________
# total pelamar















Pelatihan dan Pengembangan SDM

A. Pengertian Pelatihan dan Pengembangan


-          Pelatihan dan pengembangan adalah usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan pegawai.
-          Pelatihan lebih ditekankan pada peningkatan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang
 spesifik pada saat ini.
-          Pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan
 di masa yang akan datang.


B. Pengembangan Vs Pelatihan


-          Pelatihan adalah proses peningkatan kemampuan spesifik karyawan untuk membantu mencapai    tujuan organisasi
-          Pengembangan adalah usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan karyawan untuk menghadapi berbagai penugasan di masa yang akan datang

            C. Perbandingan pelatihan dan pengembangan


No
Pembeda
Pelatihan
Pengembangan
1
Fokus
Aspek kemampuan spesifik yg relatif sempit
Aspek kapasitas dalam setiap penugasan
2
Jangka waktu
Pendek
panjang
3
Tujuan
dapat menunaikan pekerjaan saat ini
Dapat menangani berbagai penugasan dimasa yad
4
Hasilnya
Langsung dan cepat
Tidak langsung
5
Pengukuran efektivitas
Penilaian kinerja, analisis biaya, tes kelulusan, sertifikasi
SDM yang siap di tugaskan, promosi
Keunggulan kompetitif

D. Tujuan pelatihan dan pengembangan

1.      Memperbaiki efektifitas kerja untuk mencapai hasil-hasil kerja yang telah ditetapkan
2.      Meningkatkan daya saing perusahaan dan memperbaiki produktivitas.

1.      Pelatihan

                       Faktor penyebab perlunya pelatihan :
a. Kualitas angkatan kerja
b. Persaingan global
c. Perubahan cepat dan terus menerus
d. Masalah alih teknologi
e. Perubahan demografi

Manfaat Pelatihan :


1.  Pegawai yang baru direkrut belum memahami secara benar bagaimana melakukan pekerjaan
2.  Perubahan-perubahan dalam lingkungan kerja dan tenaga kerja
3.  Meningkatkan daya saing perusahaan dan memperbaiki produktivitas
4.  Menyesuaikan dengan peraturan-peraturan yang ada. Misalnya, standar pelaksanaan pekerjaan yang dikeluarkan oleh asosiasi industri dan pemerintah, untuk menjamin         kualitas produksi atau keselamatan dan kesehatan kerja

Langkah-langkah Pelaksanaan Pelatihan :


1.Menganalisis kebutuhan pelatihan organisasi, yang sering disebut need analysisatau need      assessment
2.Menentukan sasaran dan materi program pelatihan
3.Menentukan metode pelatihan dan prinsip-prinsip belajar yang digunakan
·         On the Job Training
Dilakukan pada waktu jam kerja berlangsung, baik secara formal maupun informal.
Metode :
a.  Job instruction training atau latihan instruksi jabatan adalah pelatihan
untuk manajer atau supervisor yang bertindak sebagai pelatih untuk
menginstruksikan bagaimana
melakukan pekerjaan tertentu dalam proses kerja.
b. Coaching adalah bentuk pelatihan dan pengembangan yang dilakukan
di tempat kerja oleh atasan dengan membimbing petugas melakukan pekerjaan
secara informal dan tidak terencana.
c. Job rotation adalah program yang direncanakan secara formal dengan
cara menugaskan pegawai pada beberapa pekerjaan yang berbeda
dan dalam bagian yang berbeda dengan organisasi untuk menambah
pengetahuan mengenai pekerjaan.
d. Apprenticeship adalah pelatihan yang mengkombinasikan antara pelajaran
 di kelas dengan praktek lapangan

·      Off the Job Training
Pelatihan dan pengembangan yang dilakukan secara khusus di luar pekerjaan.
Ex :
1.Lecture.
2.Video presentation.
3.Vestibule training/simulation.
4.Role playing.
5.Case study.
6.Self study.
7.Program learning.
8.Laboratory training.
9.Action learning.

4. Mengevaluasi program

Prinsip–Prinsip Pelatihan


a. Prinsip Pembelajaran (principles of learning)
b. Hubungan dengan analisa jabatan (relation to job analysis)
c. Motivasi
d. Partisipasi Aktif (active participation)
e. Seleksi Peserta (selection of trainees)
f. Seleksi Pelatih (selection of trainer)
g. Sertifikasi Pelatih (trainer certification)
h. Metode Pelatihan (trainingmethods)
i.Perbedaan individu (individual differences principles)


Prosespelatihanyang kreatif

Poin – poin pertanyaan yang dihadapi sebelum perusahaan melaksanakan Pelatihan
1. Pelatihan apa yang dibutuhkan?
2. Siapayang harusdilatih?
3. Dimana tempat pelatihan?
4. Bagaimana cara pemberian pelatihan?
5. Bagaimana cara mengetahui efektivitas pelatihan?


Tanggung jawab Pelatihan dan Pengembangan


Oval: Manajemen SDM (dukungan stafdan pedoman)
Oval: Manajemen puncak (Dukungan dan Anggaran)
Oval:


Oval: Karyawan (Minat dan Motivasi)
 









2.     Pengembangan


Pengembangan sumber daya manusia adalah penyiapan manusia atau karyawan untuk peningkatan kemampuan intelektual yang diperlukan untuk memikul tanggung jawab lebih tinggi dalam organisasi atau perusahaan

Manfaat Pengembangan SDM

a.Meningkatkan kepuasaan karyawan.
b.Pengurangan pemborosan.
c.Mengurangi ketidakhadiran pegawai.
d.Memperbaiki metode dan sistem kerja.
e.Meningkatkan tingkat penghasilan.
f.Mengurangi biaya-biaya lembur.
g.Mengurangi biaya pemeliharaan mesin-mesin.
h.Mengurangi keluhan pegawai.
i.Mengurangi kecelakaan kerja.
j.Memperbaiki komunikasi.
k.Meningkatkan pengetahuan pegawai.
l.Memperbaiki moral pegawai.
m.Menimbulkan kerja sama yang baik.





























Penilaian Kerja SDM
Penilaian Kinerja
Proses mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan,  dengan cara membandingkan sasaran dengan persyaratan deskripsi pekerjaan yang telah  ditetapkan (Utomo, Tri Widodo)

Tujuan & Manfaat
·         Performance Improvement : memungkinkan pegawai dan manajer untuk mengambil tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja
·         Compensation Adjustment: membantu pengambil  keputusan untuk menentukan siapa saja yg berhak  meneriman kenaikan gaji
·         Placement decision: Menentukan promosi, transfer, dan demosi
·         Training and Development needs: mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan
·         Career planning & development: memandu untuk  menentukan jenis dan potensi karir yang dapat dicapai
·         Staffing process deficiencies: mempengaruhi proses perekrutan pegawai
·         Informational inaccuracoes and job-design errors: membantu menjelaskan kesalahan
·         Equal employment opportunity: menunjukkan tidak adanya perbedaan/diskriminasi dalam penempatan
·         External challenges: mengetahui faktor luar yg mengganggu kinerja pegawai
·         Feedback: umpan balik untuk individu/perusahaan

Elemen Penilaian Kinerja
Performance Standart
·         Validitas: keabsahan standar penilaian (sesuai dan relevan dengan jenis pekerjaan yg akan dinilai)
·         Agreement: standart penilaian disetujui dan diterima oleh semua pegawai
·         Realistis: dapat dicapai sesuai dengan kemampuan
·         Obyektif: Mampu mencerminkan keadaan yg sebenarnya tanpa menambah/mengurangi kenyataan
·          
Criteria for Managerial Performance
·         People-based criteria: dibuat berdasarkan kemampuan pribadi
·         Product-based criteria: kriteria dibuat berdasarkan jenis output yang akan dicapai
·         Behaviour-based criteria: dibuat berdasarkan perilaku-perilaku yg diharapkan sesuai dengan aspek-aspek hukum, dan etika
·          
Performance Measures
·         Menggunakan sistem penilaian yg relevan

Sumber data untuk ukuran penilaian kerja :
·         Data produksi (langsung/tak langsung)
·         Data personalia :Ketidakhadiran, keterlambatan, masa kerja, lamanya pelatihan, kejadian lainnya.
·         Pertimbangan lainnya : Hambatan politis (kejadian yang umum terjadi dalam  organisasi), Hambatan antar pribadi (antar karyawan)

Masalah dalam Penilaian Kinerja
·         Halo Effectsatu aspek penilaian mempengaruhi aspek lainnya
·         Liniency Effectharus berbuat baik pada pegawai
·         Severity Effectharus menekan pegawai
·         Central Tendencymenilai rata-rata
·         Assimilation Effectpenilai cenderung menyukai pegawai yg mempunyai ciri-ciri atau sifat seperti mereka
·         Differential Effect penilai cenderung menyukai pegawai yg mempunyai ciri-ciri atau sifat yg tidak ada pada dirinya
·         Recency Effectmemberikan penilaian atas dasar perilaku yg baru disaksikan

- Copyright © 2013 ddyarmada - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -